RSS

MOS atau Perploncoan ??

03 Agu
MOS 1

MOS dengan kostum aneh

Setiap pembukaan tahun ajaran baru untuk setiap satuan pendidikan akan melakukan penerimaan siswa baru. Untuk bisa diterima di sekolah yang menjadi tujuan tempat belajar maka calon siswa harus melewati beberapa proses. Diantaranya harus mendaftar dan melengkapi administrasi sekolah, di seleksi dan setelah diterima harus mengikuti lagi yang namanya masa orentasi siswa. Pertanyaannya sekarang,sebenarnya MOS itu dilakukan untuk apa?.

Apa itu Masa orentasi siswa?. Masa Orientasi Siswa atau disingkat MOS merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di Sekolah guna menyambut kedatangan siswa baru.Masa orientasi siswa biasanya mulai dari tingkat SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Namun akhir ini beberapa tingkat sekolah Dasarpun melakukan MOS. MOS sebagai sarana untuk mengenalkan almamater pada siswa barunya. MOS merupakan kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah guna menyambut kedatangan siswa baru yang bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan sekolah beserta seluruh komponen sekolah,norma,budaya, dan tata tertib.MOS juga bermanfaat membangun ketahanan mental, meningkatkan disiplin, mempererat tali persaudaraan serta mengarahkan anak untuk memilih ekstrakulikuler yang sesuai dengan bakat dan minat. Sesuai aturanya MOS dilaksanakan pada hari – hari pertama masuk sekolah selama 3 (tiga) hari dan dilakukan selama jam belajar.

MOS atau  Perploncoan

Pada saat ini tradisi MOS sudah banyak di selewengkan oleh berbagai satuan pendidikan. MOS yang seharusnya sebagai ajang memperkenalkan situasi sekolah kepada peseta didik bar berubah menjadi arena penyiksaan dan balas dendam antara senior dan junior.Budaya MOS yang baik berubah sebagai arena perpeloncoan bagi siswa baru.

Kenapa budaya mempelonco seolah wajib dilakukan baik di sekolah kampung maupun di sekolah favorit di perkotaan? Kemungkinan pertama adalah hal ini sekadar tradisi saja seperti halnya mudik saat lebaran, kalau tidak mudik tidak afdol, maka tahun ajaran baru tanpa ploco seolah tidak sahih. Kemungkinan kedua plonco memang sengaja diadakan dengan maksud membuat siswa baru tunduk dengan harapan kelak tidak membuat masalah. Guru dan dosen pun tampaknya memberi dukungan karena dengan adanya plonco mereka bisa mendapatkan ekstra hari-hari santai selama seminggu lebih sementara para “kakak” “membina” adik-adik mereka. Pada masa orde baru, jaman saya dulu, plonco bahkan direstui oleh negara dalam kemasan yang agung-mulia berupa penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila).

Bentuk bentuk plonco bermacam-macam, umunya berupa baris-berbaris, memakai pakaian aneh, dan tugas-tugas tidak masuk akal seperti membuat papan nama dengan Rugos (huruf gosok) hingga membawa peyek teri yang ikannya semua menoleh ke arah kanan. Pada level yang lebih parah kekerasan fisik sering terjadi mulai dari betuk hukuman fisik seperti lari, push-up. Tekanan psikis sudah pasti diberikan karena memang ini tujuan utama dari plonco. Tak jarang tekanan psikis ini memberikan trauma mendalam berkepanjangan.

Plonco pun terkadang berujung maut seperti kisah seorang siswa baru di Amerika yang meninggal akibat perdarahan di duburnya karena saat plonco dimasuki paksa dengan tongkat bisbol. Di dalam negeri tidak hanya sekali praja IPDN (STPDN) meninggal dunia dan reaksi pemerintah bukannya menyelidiki namun seolah berusaha menutupi borok tersebut.

Bagaimana MOS yang sebenarnya ?

MOS 2

Begini sebenarnya koatum MOS, hanya menggunakan name tag

Dalam kegiatan MOS pasti ada tujuan yang ingin dicapai. Tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan MOS itu adalah:

  1. Memperkenalkan siswa pada lingkungan fisik sekolah yang baru mereka masuki
  2. Memperkenalkan siswa pada seluruh komponen sekolah beserta aturan, norma, budaya, dan tata tertib yang berlaku di dalamnya.
  3. Memperkenalkan siswa pada keorganisasian
  4. Memperkenalkan siswa untuk dapat menyanyikan lagu hymne dan mars sekolah
  5. Memperkenalkan siswa pada seluruh kegiatan yang ada di sekolah
  6. Mengarahkan siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat mereka
  7. Menanamkan sikap mental, spiritual, budi pekerti yang baik, tanggung jawab, toleransi, dan berbagai nilai positif lain pada diri siswa sebagai implementasi penanaman konsep iman, ilmu, dan amal
  8. Menanamkan berbagai wawasan dasar pada siswa sebelum memasuki kegiatan pembelajaran secara formal di kelas.

Jadi, apakah MOS tetap perlu diadakan setiap tahun? Perlu, jika diadakan dengan kegiatan-kegiatan yang positif, MOS harus jauh dari kegiatan yang bersifat layaknya jaman penjajahan perang dalam bentuk penindasan seperti apapun bentuknya itu (penugasan, disuruh yang aneh-aneh), MOS harus kembali ke TUJUAN yang sebenarnya yaitu menjadi sarana pengenalan siswa baru dengan sekolahnya dan MOS itu harusnya “Menyenangkan” bukan “Menakutkan”.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Agustus 2014 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: